Yayasan Sumatera Hijau Lestari (YSHL)

Rated 5 out of 5

Community Education and Conservation Program (CECP)

Community Education and Conservation Program (CECP) adalah program unggulan Yayasan Sumatera Hijau Lestari (YSHL) yang dilaksanakan sejak tahun 2022 hingga 2025 di wilayah penyangga Taman Nasional Gunung Leuser, Sumatera Utara. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan melalui pendidikan lingkungan, pengembangan pertanian ramah lingkungan, mitigasi konflik manusia-satwa liar, serta rehabilitasi ekosistem hutan. CECP menjadi bentuk nyata komitmen YSHL dalam mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati serta peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Berlokasi di Kecamatan Bahorok meliputi Desa Lau Damak, Batu Jongjong, Ujung Bandar, Timbang Lawan, Bahorok, Empus, Sampe Raya, Musam Pembangunan dan Kecamatan Batang Serangan yang meliputi Desa Sei Musam.

Tujuan Program:

  • Mendorong penerapan praktik pertanian organik dan ramah lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung mitigasi perubahan iklim.
  • Memperkuat adaptasi masyarakat dalam menangani konflik dengan satwa liar, khususnya orangutan Sumatera, melalui pendekatan berbasis komunitas dan kolaborasi multipihak.
  • Melaksanakan rehabilitasi ekosistem hutan di zona penyangga TNGL melalui penanaman pohon dan penerapan pola agroforestri.
  • Meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kepedulian masyarakat terhadap konservasi lingkungan melalui kegiatan pendidikan dan kampanye lingkungan.
  •  

Hasil Program (2020 – sekarang) 

Pengembangan Mata Pencaharian Berkelanjutan / Sustainable Livelihood Development:

  • Mendampingi 118 rumah tangga di Desa Lau Damak, Batu Jongjong dan Ujung Bandar dalam pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran organik seperti kacang panjang, gambas, terong, sawi, timun, kangkung, tomat, dan cabe rawit
  • Mendampingi 49 petani di Desa Lau Damak, Batu Jongjong dan Ujung Bandar dalam pembuatan dan penerapan pupuk organik cair untuk tanaman padi sawah, padi darat, kacang panjang, kacang tanah, semangka, cabe merah, dan cabe rawit. 
  • Mendampingi 5 peternak di Desa Lau Damak dalam pembuatan dan penerapan pupuk organik padat dari kotoran hewan untuk tanaman sawit. 
  • Mendampingi 2 peternak di Desa Lau Damak dan 4 peternak di Desa Ujung Bandar dalam membudidayakan rumput odot dan rumput susu sebagai pakan tambahan untuk ternak. 
  • Sejak September 2021 hingga akhir Desember 2024, kelompok Arih Ersada yang terdiri dari 9 ibu rumah tangga di Desa Batu Jongjong berhasil menjual 2.063 botol/pack obat tradisional Karo dengan rata-rata penjualan 685 botol/pack per tahun. Dana yang sudah mereka kelola adalah sekitar RP27,349,950. 


Rehabilitasi Ekosistem Hutan / Forest Ecosystem Rehabilitation 

  • Mengedukasi masyarakat tentang manfaat dan tujuan penanaman pohon di lahan-lahan terlantar atau kurang berproduksi milik masyarakat di Kecamatan Bahorok dan Batang Seragan, terutama yang berbatasan atau berdekatan dengan Taman Nasional Gunung Leuser.
  • Membangun rumah bibit seluas 1 rante di Desa Ujung Bandar, Kecamatan Bahorok, rata-rata menyemaikan 2.500 bibit pohon dan buah setiap bulan sejak tahun 2020 hingga 2024. 
  • Melakukan survey lahan penanaman dengan menggunakan GPS dan drone. 
  • Hingga Desember 2024, sebanyak 84.149 pohon telah ditanam di lahan seluas 81,3 hektar di desa-desa yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Leuser di Kecamatan Bahorok dan Batang Serangan. 


Mitigasi Konflik antara Manusia dengan Satwa Liar / Human-Wildlife Conflict Mitigation 

  • Memonitoring 45 hingga 50 lokasi rawan konflik setiap tahun​​.
  • Mengedukasi 60 hingga 80 warga sekitar hutan tentang pencegahan konflik setiap tahun, seperti pembuatan jeduman, pemasangan plat seng dan pembangunan kandang TPE. 
  • Mendistribusikan 141 poster ke desa-desa di Kecamatan Bahorok yang berisi edukasi tentang mitigasi konflik dan nomor kontak (hotline) pihak YSHL sebagai wadah bagi masyarakat untuk melaporakan tanda-tanda keberadaan satwa liar dan konflik yang terjadi. 
  • Membantu pemerintah (BBTNGL dan BBKSDA Sumatera Utara) dalam memitigasi konflik antara masyarakat dengan gajah di Desa Batu Jongjong (Dusun …..) dan dan harimau di Desa Batu Jongjong (Dusun Tegapen, Simpang Empat dan Batu Katak). 
  • Melakukan pemasangan plat seng untuk 191 pohon buah (durian, petai, manggis) sebagai upaya pencegahan konflik dengan satwa liar khususnya orangutan. 
  • Membangun 8 kandang ternak anti serangan harimau atau Tiger Proof Enclosure (TPE) di Desa Lau Damak, Batu Jongjong, Sampe Raya, yang berada di Kecamatan Bahorok dan Desa Sei Musam yang berada di Kecamatan Batang Serangan, sebagai usaha pencegahan konflik dengan harimau. 


Pendidikan Lingkungan Hidup / Environmental Education 

  • Mendampingi 6 sekolah (SDN 056585 Biak Mampe, SDN 057735 Batu Katak, SDN 054895 Batu Jongjong, SMPN 6 Satu Atap Bahorok, MIS Asmaul Husna, dan MTs Asmaul Husna) di Kecamatan Bahorok dengan rata-rata setiap bulan mendampingi sekitar 100 hingga 150 siswa. 
  • Mendampingi 4 Rumah Belajar Konservasi (RBK) yaitu RBK Harapan Kita di Desa Lau Damak, RBK Teladeh Lestari di Desa Batu Jongjonng, RBK Lentera Hijau dan Bunga Simalem di Desa Ujung Bandar, untuk anak usia 6 hingga 12 tahun. Rata-rata setiap bulan mendampingi 80-100 anak. 
  • Memperingati Hari Orangutan pada 21 Agustus 2022 yang berlokasi di Taman Cadika, Johor – Medan, kegiatan ini mengusung tema “Orangutan Hidup di Hutan” dan diselenggarakan oleh Sahabat Alam Lestari (SALI) – OIC yang berkolaborasi dengan berbagai lembaga konservasi lainnya seperti YEL, SOCP, COP – Medan, dan Sahabat Hijau – YSHL. Perayaan ini dimeriahkan dengan berbagai aktivitas menarik seperti eksperimen sosial, face painting, lomba photobooth, serta partisipasi masyarakat melalui cap tangan dan surat cinta sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian orangutan.
  • Memperingati Pekan Peduli Orangutan pada 27 November 2022 di Bahorok. Kegiatan ini dimeriahkan dengan beberapa kegiatan seperti lomba baca puisi, lomba mewarnai, dan lomba doodle art yang diikuti oleh 98 siswa tingkat SD, SMP, dan SMA dari 22 sekolah di Bahorok. Kegiatan ini didukung oleh Sahabat Hijau dan Komunitas Kampung Dongeng yang membawakan cerita dengan tema “Otan, si Orangutan”, serta Moon Runner Band sebagai hiburan.
  • Sahabat Hijau dan YSHL berkontribusi dalam kegiatan Jelajah Cita-Cita yang dilaksanakan pada 18 Desember 2022 di Kantor Gubernur Sumatera Utara, tepatnya di Aula Tengku Rizal Nurdin. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ibu Profesional dengan tujuan untuk memperkenalkan berbagai profesi kepada anak usia dini. Sahabat Hijau dan YSHL membuka stan pameran untuk memperkenalkan profesi di bidang lingkungan dan kehutanan.
  • Memperingati Pekan Peduli Orangutan 2023 yang diselenggarakan selama 2 hari dengan tema “Melestarikan Hutan, Menyelamatkan Orangutan” di Desa Martelu, Sibolangit, dengan melibatkan 47 orang yang terdiri dari 33 anak-anak dan 14 ibu rumah tangga. SHL bekerja sama dengan komunitas Sahabat Hijau dan Kampung Dongeng Medan dalam rangka mengedukasi warga tentang orangutan dan habitatnya. 
  • Memperingati Pekan Peduli Orangutan pada November 2024 di SDN Batu Jongjong dan SMP 6 Satu dengan melibatkan 191 siswa dan 12 guru dari kedua sekolah. Rangkaian acara meliputi lomba mewarnai dan menggambar untuk siswa sekolah dasar, serta lomba cerdas cermat antar kelas untuk siswa sekolah menengah pertama. Selain itu, lokakarya mini juga diadakan untuk memberikan edukasi kepada para guru tentang orangutan, habitat alaminya, serta upaya-upaya pelestariannya. Tak hanya itu, anak-anak dan guru juga mendengarkan dongeng dari Kampung Dongeng Medan tentang orangutan dan satwa hutan lainnya, menjadikan kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat makna edukatif.

Melalui CECP, Yayasan Sumatera Hijau Lestari terus mendorong terciptanya masyarakat yang sejahtera dan sadar konservasi, serta memperkuat upaya penyelamatan keanekaragaman hayati di ekosistem Gunung Leuser melalui pendidikan, pemberdayaan ekonomi berkelanjutan, dan rehabilitasi lingkungan