Audensi dengan Kepala KPH I Stabat

Kamis, 5 Agustus 2021. Yayasan Sumatera Hijau Lestari (YSHL) melakukan audensi dengan Kepala KPH I Stabat tentang program kerja YSHL dengan rencana PKS di Desa Lau Damak, Batu Jongjong dan Ujung Bandar, Kecamatan Bahorok. Mudah-mudahan semua program yang dijalin akan berjalan lancar.
Pelatihan Pembuatan Kerajinan Lidi Kelapa Sawit

Pada bulan Juli kemarin, Pusat Pembelajaran Pertanian Organik (PPPO) pertama kalinya difungsikan sebagai tempat belajar. Sebanyak 14 orang di Dusun Selayang, Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok ini belajar membuat piring dan keranjang dengan memanfaatkan limbah lidi kelapa sawit. Pelatihan ini dilaksanakan dalam waktu 3 hari, merupakan salah satu upaya dalam rangka menciptakan usaha ekonomi alternatif yang ramah lingkungan. Saat ini sudah ada 3 orang yaitu Ibu Nuriyanti Ginting, Bapak Brahmalem dan Ibu Jusida Peranginangin yang bisa membuat piring dan keranjang secara mandiri di rumah masing-masing. Dan sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini, kelompok pengrajin pemula ini dengan Tim Pemberdayaan Masyarakat YSHL akan berdiskusi tentang pemasaran produk pada bulan Agustus ini.
Ada Apa Dengan Orangutan

Orangutan adalah satu-satunya anggota keluarga kera besar yang ditemukan di Asia. Keluarga kera besar lainnya berada di Afrika; simpanse (Pan troglodytes), gorilla (Gorilla gorilla dan Gorilla beringei), dan bonobo (Pan paniscus). Ada tiga spesies orangutan yaitu orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) tersebar di seluruh Pulau Kalimantan di Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia (Sabah dan Sarawak), orangutan sumatera (Pongo abelii) yang berada di Pulau Sumatera dan orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis) asli dari Tapanuli Selatan. Spesies telah dipisahkan secara geografis setidaknya selama 8.000 tahun ketika permukaan laut meningkat mengisolasi kedua pulau tersebut. Berdasarkan penelitian ilmiah yang menyelidiki genetika, morfologi, ekologi, perilaku dan riwayat hidup, orangutan sumatera dan orangutan borneo menunjukkan perbedaan yang signifikan (Delgado & van Schaik, 2000; Groves, 2001; Zhang et al, 2001). Karakteristik fisik orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) memiliki ukuran tubuh lebih besar dan memiliki rambut pendek berwarna coklat gelap atau kemerahan. Orangutan sumatera (Pongo abelii) memiliki ukuran tubuh lebih kecil, dengan rambut oranye yang lebih cerah. Orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis) memiliki ukuran tubuh dan warna rambut yang menyerupai orangutan sumatera, namun mereka memiliki rambut kusam, kepala lebih kecil, dan wajah datar. Pada kedua spesies tersebut, orangutan jantan jauh lebih besar dari pada betina, biasanya dua sampai tiga kali lebih berat. Orangutan jantan mengembangkan bantalan pipi besar (flensa) yang mengembangkan kematangan pasca-seksual. Orangutan tapanuli jantan dan betina memiliki janggut, sementara hanya orangutan kalimantan jantan yang memiliki janggut. Orangutan merupakan spesies yang berperan penting dalam meregenerasi tanaman di hutan dengan membuang biji-bijian yang telah dimakannya secara sembarangan (seed disperser). Biji-biji tersebut akan tumbuh secara alami menjadi pohon. Dengan demikian, kondisi kelangsungan tanaman hutan dan ekosistem hutan akan terjaga. Pohon-pohon tersebut sangat bermanfaat untuk manusia, yaitu menyediakan oksigen, memberikan kesejukan bagi lingkungan, menjaga lapisan ozon dan dapat menjadi mata pencaharian.