Manfaat Pemasangan Plat Seng pada pohon dalam mitigasi konflik satwa dan manusia

Pemasangan plat seng pada pohon merupakan salah satu cara yang efektif dalam mengurangi konflik antara satwa dan manusia. Plat seng ini berfungsi sebagai penghalang yang dapat mencegah satwa-satwa seperti orangutan, monyet, dan lainnya untuk mencapai pohon. Dengan demikian, satwa-satwa tersebut tidak dapat makan buah-buahan yang biasanya mereka konsumsi. Manfaat dari pemasangan plat seng pada pohon dalam mengurangi konflik satwa dan manusia adalah sebagai berikut: 1. Menghilangkan konflik antara satwa dan manusia. Pemasangan plat seng pada pohon dapat mencegah satwa-satwa dari mendekati pohon dan mengambil buah-buahan dari pohon tersebut. Dengan demikian, satwa-satwa yang berada di sekitar lokasi tidak akan mengganggu kepentingan manusia. 2. Menjaga agar buah-buahan dari pohon dapat dipanen masyarakat. Dengan tidak adanya satwa yang dapat mengambil buah-buahan dari pohon, maka masyarakat dapat memanen maksimalhasil pohonnya. Ini karena satwa-satwa tidak dapat mengambil buah-buahan dari pohon dan mengonsumsinya. 3. Meningkatkan kesadaran masyarakat. Pemasangan plat seng pada pohon juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga alam dan mengurangi konflik antara satwa dan manusia. Masyarakat akan lebih sadar untuk tidak mengganggu satwa-satwa yang ada di sekitar mereka. Dengan demikian, pemasangan plat seng pada pohon dapat memberikan manfaat yang besar dalam mengurangi konflik antara satwa dan manusia. Hal ini dapat menjaga kelestarian alam dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga alam dan mengurangi konflik satwa dan manusia.
Live Instagram Sahabat Hijau bertema “Lebih Dekat dengan Profesi” pada Jelajah Cita-Cita 2022

Sahabat Hijau dan Ibu Profesional Sumut akan mengadakan live Instagram bertema “Lebih Dekat dengan Profesi” pada Jelajah Cita-Cita 2022. Live Instagram ini merupakan platform bagi para anak muda yang masih bingung menentukan pilihan profesi di masa depan. Melalui live Instagram ini, para anak muda akan diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada para profesional yang telah berhasil dalam bidangnya. Mereka akan memberikan saran dan tips kepada para anak muda yang masih merasa bingung menentukan pilihan profesi. Para profesional yang akan hadir di live Instagram ini terdiri dari berbagai macam bidang, seperti bisnis, teknologi, hukum, kedokteran, hingga seni. Selain itu, live Instagram ini juga akan menghadirkan para mentornya, yaitu para ibu profesional yang telah terlebih dahulu meniti karier di bidang yang mereka pilih. Live Instagram ini akan menjadi ajang yang sangat menarik bagi para anak muda yang ingin lebih dekat dengan profesi yang diinginkan. Selain itu, para profesional yang hadir di sesi ini juga akan memberikan saran dan tips kepada para anak muda agar dapat lebih memahami dunia profesi yang mereka pilih. Jadi, jangan sampai ketinggalan live Instagram Sahabat Hijau dan Ibu Profesional Sumut yang akan diselenggarakan pada Jelajah Cita-Cita 2022. Ini merupakan kesempatan yang sangat langka bagi para anak muda untuk bertemu dan bertanya langsung kepada para profesional yang telah terlebih dahulu meniti karier di bidang yang mereka pilih. Ayo sama-sama menjadi lebih dekat dengan profesi yang kita cita-citakan di masa depan.
BUDIDAYA TANAMAN STEK LADA DI DESA BATU JONGJON DAN DESA UJUNG BANDAR

Negara dengan iklim tropis seperti indonesia ini merupakan surga untuk budidaya tanaman seperti lada. Lada atau sering disebut dengan merica ini adalah rempah-rempah berupa buah dari tanaman yang bernama Latin Peper nigra. Dimana buah lada ini memiliki rasa pedas, hangat, dan sedikit pahit. Siapa sih yang tidak mengenal rempah yang satu ini, buah yang seringkali disebut sebagai rajanya rempah-rempah atau King of Spice karena lada sendiri merupakan rempah yang penting di dunia karena memiliki rasa yang khas yang tidak ditemui di rempah lainnya. Tak heran jika lada sendiri merupakan salah satu komoditas subsector perkebunan yang telah memberikan kontribusi nyata terutama pada sumber pendapatan para petani.. Divisi Pendampingan Masyarakat dari Yayasan Sumatera Hijau Lestari (YSHL) pada bulan September 2022 lalu bersama dengan para petani di Desa Batu Jongjong dan Desa Ujung Bandar telah melakukan pembudidayaan tanaman lada sebanyak ± 3.280 stek lada. Dimana kegiatan budidaya tanaman lada ini menjadi sarana untuk mengelola potensi sumber daya alam, sehingga mampu meningkatkan kualitas produksi dan memaksimalkan pemanfaatan lahan warga. Penanaman lada ini dilakukan secara vegetative atau dengan cara stek, keuntungan dari penanaman stek ini juga tergolong sangat mudah, murah, cepat berproduksi dan memiliki sifat yang sama dengan induknya. Namun dalam kegiatan budidaya tanaman lada ini para Petani serta Tim Pendampingan Masyarakat juga memiliki tantangan serta hal-hal yang harus diperhatikan tentunya.