Menjalin Komunikasi dengan perwakilan kelompok tanaman obat di Dusun Batu Katak Bawah Desa Batu Jong Jong

Sabtu, 14 Agustus 2021. Yayasan Sumatera Hijau Lestari (YSHL) Menjalin komunikasi dengan perwakilan kelompok tanaman obat di Dusun Batu Katak Bawah Desa Batu Jong Jong. Kelompok ini bernama Pulung Tawar namun saat ini kelompok ini bisa dikatakan vakum. Kelompok ini sebenarnya sudah memiliki demplot tanaman obat dan menghasilkan produk seperti kuning mentar, khasiatnya obat demam, sakit kepala dan panas dalam. Sembur perut, khasiatnya untuk mencegah penyakit lambung. Pratahe khasiatnya untuk asam lambung. Mudah-mudahan komunikasi ini bisa berlanjut dan kelompok ini bisa berjalan lagi dengan pendampingan tentunya. Potensi yang harus dikembangkan. Orang Utan Republik Foundation The Orangutan Project
Audensi dengan Kepala KPH I Stabat

Kamis, 5 Agustus 2021. Yayasan Sumatera Hijau Lestari (YSHL) melakukan audensi dengan Kepala KPH I Stabat tentang program kerja YSHL dengan rencana PKS di Desa Lau Damak, Batu Jongjong dan Ujung Bandar, Kecamatan Bahorok. Mudah-mudahan semua program yang dijalin akan berjalan lancar.
Ada Apa Dengan Orangutan

Orangutan adalah satu-satunya anggota keluarga kera besar yang ditemukan di Asia. Keluarga kera besar lainnya berada di Afrika; simpanse (Pan troglodytes), gorilla (Gorilla gorilla dan Gorilla beringei), dan bonobo (Pan paniscus). Ada tiga spesies orangutan yaitu orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) tersebar di seluruh Pulau Kalimantan di Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia (Sabah dan Sarawak), orangutan sumatera (Pongo abelii) yang berada di Pulau Sumatera dan orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis) asli dari Tapanuli Selatan. Spesies telah dipisahkan secara geografis setidaknya selama 8.000 tahun ketika permukaan laut meningkat mengisolasi kedua pulau tersebut. Berdasarkan penelitian ilmiah yang menyelidiki genetika, morfologi, ekologi, perilaku dan riwayat hidup, orangutan sumatera dan orangutan borneo menunjukkan perbedaan yang signifikan (Delgado & van Schaik, 2000; Groves, 2001; Zhang et al, 2001). Karakteristik fisik orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) memiliki ukuran tubuh lebih besar dan memiliki rambut pendek berwarna coklat gelap atau kemerahan. Orangutan sumatera (Pongo abelii) memiliki ukuran tubuh lebih kecil, dengan rambut oranye yang lebih cerah. Orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis) memiliki ukuran tubuh dan warna rambut yang menyerupai orangutan sumatera, namun mereka memiliki rambut kusam, kepala lebih kecil, dan wajah datar. Pada kedua spesies tersebut, orangutan jantan jauh lebih besar dari pada betina, biasanya dua sampai tiga kali lebih berat. Orangutan jantan mengembangkan bantalan pipi besar (flensa) yang mengembangkan kematangan pasca-seksual. Orangutan tapanuli jantan dan betina memiliki janggut, sementara hanya orangutan kalimantan jantan yang memiliki janggut. Orangutan merupakan spesies yang berperan penting dalam meregenerasi tanaman di hutan dengan membuang biji-bijian yang telah dimakannya secara sembarangan (seed disperser). Biji-biji tersebut akan tumbuh secara alami menjadi pohon. Dengan demikian, kondisi kelangsungan tanaman hutan dan ekosistem hutan akan terjaga. Pohon-pohon tersebut sangat bermanfaat untuk manusia, yaitu menyediakan oksigen, memberikan kesejukan bagi lingkungan, menjaga lapisan ozon dan dapat menjadi mata pencaharian.