Pada 2020, Yayasan Sumatera Hijau Lestari mengadakan pertemuan dengan pemerintahan Desa Lau Damak, Desa Batu Jongjong dan beberapa tokoh/perwakilan masyarakat desa dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui berbagai kegiatan berbasis pada potensi lokal yang ada, salah satunya adalah dengan melakukan pengembangan bidang pertanian secara terpadu.

Sesuai dengan misi dan visi SHL yaitu masyarakat sejahtera ekosistem lestari dengan menciptakan masyarakat yang berwawasan konservasi dalam memelihara, mengelola, memanfaatkan, dan melestarikan sumber daya alam hayati dan ekosistem secara berkelanjutan.

 

Dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat, Pemerintah Desa dan YSHL telah menyepakati untuk melakukan kegiatan pelatihan untuk membuat pupuk organik padat dan cair dimana bahan-bahannya dapat diperoleh dari desa mereka sendiri, misalnya sampah rumah tangga, limbah kelapa sawit, rumput dan daun hijau yang sangat banyak di desa, dan lain sebagainya. Pupuk organik cair dan padat adalah salah satu jalan keluar untuk menekan biaya operasional dalam bidang pertanian sekaligus menjadi usaha konservasi untuk mengembalikan lingkungan dan alam yang sehat, merubah pola pikir masyarakat untuk berpindah dari sistem pertanian menggunakan pupuk kimia ke pertanian organik.


selain penerapan pola pertanian organik, masyarakat juga diarahkan untuk meningkatkan produktifitas lokal dengan mengembangkan hasil kerajinan produk lokal dan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai lahan pertanian alternatif.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan mayarakat desa melalui pengembangan pola pertanian organik untuk mengurangi kegiatan yang tidak ramah lingkungan serta meningkatkan produktivitas lahan masyarkat melalui penerapan pertanian dengan memanfaatkan pekarangan rumah.