Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus memberdayakan perempuan di pedesaan, Yayasan Sumatera Hijau Lestari (YSHL) menjalankan program pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran organik di tiga desa di Kabupaten Langkat: Desa Lau Damak, Desa Batu Jongjong, dan Desa Ujung Bandar.

Program ini telah memberikan pendampingan intensif kepada 110 ibu rumah tangga yang tersebar di ketiga desa tersebut. Para peserta didorong untuk memanfaatkan lahan pekarangan yang sebelumnya tidak produktif menjadi sumber pangan sehat dan berkelanjutan. Sayuran yang ditanam tidak hanya bermanfaat untuk konsumsi keluarga sehari-hari, tetapi juga berpotensi menjadi sumber tambahan penghasilan.

Salah satu kisah sukses dari program ini datang dari Ibu Sunarseh, warga Desa Batu Jongjong, yang telah bergabung dalam program SHL sejak empat tahun lalu. Selama mengikuti program, ia telah berhasil menanam berbagai jenis sayuran seperti kacang panjang, gambas, timun, daun sop, kangkung, hingga bunga kol.

Dengan menanam sendiri sayuran kebutuhan dapur, Ibu Sunarseh merasakan langsung pengurangan pengeluaran harian karena tidak lagi perlu membeli sayuran dari pasar. Tak hanya itu, sebagian hasil panennya juga dijual ke warung-warung sekitar rumah, seperti kacang panjang seharga Rp10.000,-/kg dan timun Rp6.000,-/kg. Pendapatan dari penjualan sayuran ini kemudian digunakan untuk membeli kebutuhan dapur lainnya, seperti ikan dan beras, yang secara nyata meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Tentu saja, kegiatan ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu masalah yang paling sering dihadapi adalah serangan hama dan penyakit tanaman, seperti bercak hitam pada kacang panjang atau cabe yang keriting. Masalah ini menjadi hambatan bagi ibu-ibu dalam menjaga produktivitas kebun pekarangannya.

Sebagai respon terhadap tantangan ini, SHL secara aktif memberikan pelatihan dan edukasi mengenai pembuatan pupuk organik sederhana, pestisida nabati, serta cara-cara alami lainnya untuk mengelola pertanian pekarangan yang ramah lingkungan. SHL juga mendistribusikan jaring tanaman, polibag, dan benih sayuran kepada peserta baru agar mereka dapat memulai dengan dukungan yang cukup.

Program ini merupakan bagian dari komitmen SHL dalam mendukung pertanian berkelanjutan, kemandirian pangan, dan pemberdayaan perempuan di desa. Melalui pendekatan yang sederhana namun berdampak besar ini, ibu-ibu rumah tangga didorong untuk menjadi pelopor perubahan di lingkungannya, tidak hanya sebagai penghasil pangan keluarga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi rumah tangga yang mandiri.

SHL percaya bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Dengan mengelola pekarangan rumah secara produktif dan berkelanjutan, perempuan-perempuan di Desa Lau Damak, Batu Jongjong, dan Ujung Bandar kini tumbuh sebagai agen perubahan yang menumbuhkan kehidupan yang lebih hijau, sehat, dan mandiri.

Juli Yanti
Manajer Program CECP
Yayasan Sumatera Hijau Lestari