BUDIDAYA TANAMAN STEK LADA DI  DESA BATU JONGJON DAN DESA UJUNG BANDAR

Negara dengan iklim tropis seperti indonesia ini merupakan surga untuk budidaya tanaman seperti lada. Lada atau sering disebut dengan  merica ini adalah rempah-rempah berupa buah dari tanaman yang bernama Latin Peper nigra.   Dimana buah lada ini memiliki rasa pedas, hangat, dan sedikit pahit. Siapa sih yang tidak mengenal rempah yang satu ini, buah yang seringkali disebut sebagai rajanya rempah-rempah atau King of Spice karena lada sendiri merupakan rempah yang penting di dunia karena memiliki rasa yang khas yang tidak ditemui di rempah lainnya. Tak heran jika lada sendiri merupakan salah satu komoditas subsector perkebunan yang telah memberikan kontribusi nyata terutama pada sumber pendapatan para petani.. Divisi Pendampingan Masyarakat dari Yayasan Sumatera Hijau Lestari (YSHL) pada bulan September 2022 lalu bersama dengan para petani di Desa Batu Jongjong dan Desa Ujung Bandar telah melakukan pembudidayaan tanaman lada sebanyak ± 3.280 stek lada. Dimana kegiatan budidaya tanaman lada ini menjadi sarana untuk mengelola potensi sumber daya alam, sehingga mampu meningkatkan kualitas produksi dan memaksimalkan pemanfaatan lahan warga. Penanaman lada ini dilakukan secara vegetative atau dengan cara stek, keuntungan dari penanaman stek ini juga tergolong sangat mudah, murah, cepat berproduksi dan memiliki sifat yang sama dengan induknya. Namun dalam kegiatan budidaya tanaman lada ini para Petani serta Tim Pendampingan Masyarakat juga memiliki tantangan serta hal-hal yang harus diperhatikan tentunya.

Kegiatan Membuat Daur Ulang Sampah Plastik

Jum’at, 17 September 2021. Tim melaksanakan kegiatan Membuat daur ulang sampah plastik yang dilaksanakan di Rumah Belajar Konservasi Harapan Kita, Desa Lau Damak dan Rumah Belajar Konservasi Teladeh Lestari, Desa Batu Jongjong. Hasil yang diperoleh yaitu tong sampah dari botol plastik dan Pamplet RBK yang terbuat dari tutup botol telah selesai dibuat dan terpasang di kedua tempat.