Semangat cinta lingkungan dan kepedulian terhadap satwa dilindungi tumbuh subur di SDN 054895 Batu Jongjong, Kecamatan Bahorok. Dalam rangka memperingati Pekan Peduli Orangutan (Orangutan Caring Week), sebanyak 191 siswa dan 12 guru dari dua sekolah, SDN Batu Jongjong dan SMP 6 Satu Atap Bahorok, ikut ambil bagian dalam berbagai kegiatan edukatif dan kreatif yang digagas oleh SHL.
Pekan Peduli Orangutan merupakan kampanye global yang diperingati setiap tahun sebagai upaya meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya melindungi orangutan dan hutan tempat tinggal mereka. Sebagai salah satu spesies kera besar yang hanya ditemukan di Indonesia dan Malaysia, populasi orangutan terus menurun akibat perusakan habitat, perburuan, dan perdagangan ilegal. Oleh karena itu, Pekan Peduli Orangutan menjadi momentum penting untuk menyuarakan konservasi dan mengajak masyarakat turut serta menjaga keberlangsungan hidup makhluk ini.
Di SDN Batu Jongjong, kegiatan dimulai dengan lomba mewarnai dan menggambar untuk siswa sekolah dasar, serta lomba cerdas cermat antar kelas untuk siswa SMP. Anak-anak tampak antusias mengekspresikan pemahaman mereka tentang alam dan satwa liar melalui karya seni dan semangat berkompetisi yang sehat.
Tidak hanya anak-anak, para guru pun mendapat kesempatan untuk memperdalam pengetahuan mereka lewat lokakarya mini yang membahas tentang orangutan, ekosistem hutan tropis, dan langkah-langkah pelestarian yang bisa dilakukan di tingkat lokal. Dalam sesi berbagi, terungkap bahwa masih ada guru yang belum mengetahui bahwa orangutan termasuk dalam kelompok kera besar dunia, sejajar dengan gorila, simpanse, dan bonobo.
Seorang guru IPS bahkan menyampaikan dengan penuh ketulusan, “Saya baru tahu bahwa menyelamatkan orangutan berarti kita juga menyelamatkan hutan.” Ungkapan ini menjadi pengingat penting bahwa edukasi konservasi perlu terus diperkuat, bahkan di kalangan pendidik.
Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak. SHL menggandeng Kak Jeni, pendongeng dari Kampung Dongeng Medan yang berhasil memikat perhatian anak-anak melalui cerita-cerita tentang kehidupan orangutan di hutan. Turut hadir pula Kak Sri dari Sahabat Hijau serta tiga relawan muda: Kak Icha, Syafa, dan Alif, yang membantu jalannya kegiatan dengan penuh semangat.
Kegiatan ini menjadi langkah kecil namun berdampak besar dalam menanamkan nilai konservasi sejak dini. Diharapkan, semangat yang tumbuh di Bahorok dapat menular ke desa-desa lain dan menjadi bagian dari gerakan kolektif untuk menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di Indonesia. Karena menyelamatkan orangutan, berarti menyelamatkan hutan. Dan menyelamatkan hutan, berarti menyelamatkan masa depan kita semua.
Bahorok
Juli Yanti
Manajer Program CECP
Yayasan Sumatera Hijau Lestari
