Pusat Pembelajaran Pertanian Organik (PPPO) seluas 0,26 hektar berada di Dusun Selayang, Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok. Lahan ini dikelola secara bersama oleh Bapak Mehamad Ginting Suka selaku pemilik lahan sekaligus pengelola dan YSHL sebagai pengelola yang mendukung baik biaya operasional maupun tenaga lapangan.

Awalnya lahan seluas 0,26 hektar ini ditanami kelapa sawit namun beliau tidak dirawat sehingga hasilnya juga tidak bisa diharapkan. Setelah melakukan diskusi dengan pemilik, disepakati bahwa lahan tersebut akan dikelola secara bersama menjadi lahan percontohan pertanian organik untuk masyarakat di dusun tersebut.

 

 


Inisiatif membangun PPPO ini untuk memperlihatkan kepada masyarakat Bahorok khususnya warga Desa Lau Damak bahwa menamam palawija dengan sistem pertanian organik adalah hal yang sangat bermanfaat, selain bisa mengkonsumsi makanan sehat bisa juga sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan pendapatan harian masyarakat. Maka, kehadiran PPPO nantinya diharapkan dapat memberikan edukasi dan sebuah pembuktian nyata kepada masyarakat bahwa mereka tidak harus memiliki lahan luas. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan pun kegiatan bertani organik ini bisa menghasilkan jika dikerjakan dengan baik dan benar.

 

Perawatan dan pengolahan di lahan PPPO dilakukan secara organik, untuk kesuburan tanah tim mencampurkan pupuk kandang dari kotoran ayam, biochar yang dibuat dari sekam padi, serta pemeliharaan rutin tanaman dengan menyemprotkan POC ke daun dan batang tanaman. perlindungan tanaman dari hamz juga dilakukan dengan pemberian pestisida berbahan bawang putih, jahe, kulit jengkol, daun mahoni, dan lain sebagainya.

 
 

Hingga akhir September 2020, PPPO telah menyemaikan 1.683 benih seperti: 134 benih semangka, 64 benih jahe merah, 500 benih terong hijau, 400 benih cabe rawit, 71 benih bawang merah, 14 benih bawang putih, 500  benih tomat. dan telah menanam 3.189 bibit tanaman seperti: 88 cabai merah, 74 kacang panjang, 140 ubi jalar, 2000 jagung, 168 mentimun, 39 semangka, 73 kacang tanah, 54 jahe merah, 64 sawi, 4 terong biru, 15 cabai rawit, 73 serai, 1 kemangi, 16 kelor, dan 2 bibit sipaet-paet sebagai pengendali hama.

 
 

Pada awal Oktober 2020 ini, kami telah memanen kacang panjang dimana hasilnya cukup bagus. Hasil panen pertama ini tidak untuk dijual melainkan dibagikan ke warga sekitar PPPO. Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara sosialisasi tim ke warga sekitar bahwa bertani organik juga dapat menghasilkan tanaman yang baik dan menanam di lahan sempit juga dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga, paling tidak kebutuhan sehari-hari seperti sayuran dan bumbu dapur dapat terpenuhi tanpa harus membeli lagi. Harapannya, warga sekitar dapat mengikuti apa yang telah kami lakukan di desa mereka.