Yayasan Sumatera Hijau Lestari (YSHL)

Rated 5 out of 5

Reforestasi Berbasis Komunitas di Zona Penyangga Taman Nasional Gunung Leuser

kawasan dan menjadi habitat bagi spesies kunci konservasi, pada kenyataannya telah banyak beralih fungsi menjadi kebun atau lahan pertanian oleh masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. Masyarakat yang tinggal di zona penyangga dan menanam tanaman pangan, khususnya pohon buah-buahan, sering mengalami konflik dengan satwa liar, terutama orangutan. Beberapa faktor yang memicu konflik ini antara lain adalah potensi kekurangan pakan alami bagi satwa liar di dalam kawasan TNGL, kebun masyarakat yang berbatasan langsung dengan kawasan TNGL memicu satwa, khususnya orangutan, keluar dari kawasan dan masuk ke kebun masyarakat, tidak adanya penghalang fisik yang dapat mencegah satwa liar memasuki kebun masyarakat.

Untuk mengurangi risiko tersebut, kami mengambil inisiatif untuk melakukan penanaman pohon di area TNGL yang telah berubah fungsi menjadi kebun. Skema penanaman pohon ini dilakukan melalui sistem agroforestri, di mana tanaman pangan akan ditanam berdampingan dengan pohon-pohon pakan satwa. Dalam pelaksanaan proyek ini, tim melakukan berbagai upaya yang berdampak pada konservasi dalam rangka restorasi zona penyangga TNGL, antara lain adalah perbanyakan bibit dan penanaman secara partisipatif oleh masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan serta memonitoring laju pertumbuhan dan penggantian bibit pohon yang dilakukan secara partisipatif bersama masyarakat.

Lokasi 
Kecamatan Bahorok meliputi Desa Lau Damak, Batu Jongjong, Ujung Bandar, Bahorok, Empus, Timbang Lawan, Sampe Raya, dan Kecamatan Batang Serangan meliputi Desa Sei Musam. 

Tujuan 
Proyek ini bertujuan untuk memulihkan fungsi zona penyangga TNGL sebagai penunjang kelestarian kawasan TNGL dan spesies kunci konservasi yang selama ini telah beralih fungsi menjadi kebun/lahan pertanian oleh masyarakat yang tinggal di sekitar zona penyangga. Proyek ini juga akan mendukung ketersediaan pohon-pohon pakan satwa liar.

Hasil  

  • 50.286 pohon telah ditanam di 64,9 hektar di desa-desa yang berada di Kecamatan Bahorok dan Batang Serangan, Kabupaten Langkat. 
  • Monitoring pertumbuhan dan tingkat kematian tanaman dilakukan satu tahun sekali dan 2 tahun sekali pasca penanaman.